PROFIL SEKRETARIAT DEWAN


Kedudukan, Struktur Organisasi serta Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat DPRD Provinsi Banten diselenggarakan berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Banten Nomor 03 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Propinsi Banten. Sekretariat DPRD sebagai satuan kerja Perangkat Daerah Provinsi Banten merupakan unsur pelayanan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPRD Provinsi Banten yang sehari-hari dilaksanakan oleh para anggota Dewan dan unsur pendukung kelancaran pelaksanaan fungsi dan tugas DPRD dalam rangka meningkatkan kualitas dan kinerja DPRD.

Sekretariat DPRD Provinsi Banten atau Setwan dipimpin oleh seorang Sekretaris Dewan (Sekwan) dengan jenjang eselon 2 (dua) yang diangkat oleh Gubernur dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat atas persetujuan pimpinan DPRD. Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris bertanggungjawab langsung kepada Pimpinan Dewan, namun secara administratif berada dibawah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten. Secara struktural Sekwan dibantu oleh 5 (lima) eselon 3 (tiga) yang terdiri dari  Bagian Persidangan; Bagian Perundang-undangan; Bagian Umum; Bagian Keuangan; dan Bagian Humas dan Protokol, serta Kelompok Jabatan Fungsional. Dalam melaksanakan tupoksinya, setiap Bagian dibantu oleh masing-masing 3 (tiga) Sub Bagian dan Staf Pelaksana. Pada Tahun 2013 jumlah pegawai Sekretariat DPRD Provinsi Banten berjumlah 551 orang,  terdiri dari 105 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), 2 orang Tenaga Kerja Kontrak (TKK), 389 Tenaga Kerja Sementara (TKS), serta 55 orang Satuan Pengamanan Dalam ). Secara umum khususnya kuantitas, jumlah pegawai yang ada telah memadai.

Kondisi Prasarana, khususnya ketersediaan ruang atau tempat kerja telah memadai, yaitu dengan telah terbangun dan telah ditempatinya Gedung DPRD Provinsi Banten pada tahun 2007, dimana termasuk didalamnya adalah Gedung Sekretariat DPRD Provinsi Banten. Begitu juga dengan sarana yang tersedia, antara lain alat perkantoran dan kendaraan operasional telah tersedia dalam jumlah yang cukup memadai. Sedangkan untuk peralatan sarana penunjang operasional terutama dalam bentuk Komputer/Laptop saat ini tersedia sebanyak 39 unit komputer dan 41 unit Laptop. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa penunjang operasional dalam bentuk Komputer/Laptop dalam penyelenggaraan tugas, baik yang bersifat ketatalaksanaan maupun yang bersifat teknis lainnya cukup memadai.


Twitter


Facebook